Minggu, 24 Oktober 2010

Artikel Kebudayaan





Kebudayaan nasional Indonesia
Kebudayaan Nasional Indonesia adalah kebudayaan hasil produk setelah adanya Sumpah Pemuda (1928) atau sesudah Indonesia Merdeka (1945). Kebudayaan yang ada di Indonesia ini juga dapat dibagi dua yaitu kebudayaan etnik, seperti etnik Batak (Toba, Karo, Mandailing, Pakpak, Simalungun), Melayu, Bali, Aceh, Minang, Sunda, Betawi, Jawa, Sulawesi, sampai ke Papua (Irianjaya).
Pengertian kebudayaan nasional Indonesia dalam Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yaitu kebudayaan bangsa. Kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi-daya rakyat Indonesia seluruhnya. Ada pandangan yang mengatakan Kebudayaan Nasional Indonesia belum ada atau sedang dalam proses mencari, boleh jadi akibat (1) tidak jelasnya konsep kebudayaan yang dianut dan pahami, (2) akibat pemahaman mereka tentang kebudayaan hanya misalnya sebatas seni, apakah itu seni sastra, tari, drama, musik, patung, lukis dan sebagainya. Mereka tidak memahami bahwa iptek, juga adalah produk manusia, dan ini termasuk ke dalam kebudayaan.
Masalah dalam Kebudayaan Nasional Indonesia saat ini, ada dalam tatataran aksi. Masih banyak perilaku dari masyarakat Indonesia, terutama dari kalangan elit tidak bisa membedakan mana yang telah sesuai  (baik) atau tidak bisa membedakan mana yang telah sesuai atau baik berdasarkan kemajemukan masyarakat Indonesia, mana yang tidak baik berdasarkan kemajemukan masyarakat Indonesia.





Kebudayaan Betawi

Masyarakat Betawi sudah hampir kehilangan seni budayanya. Salah satunya adalah Topeng Betawi atau yang dikenal dengan adegan lenong. Kesenian rakyat topeng Betawi mengawinkan budaya Melayu, Sunda, dan China. Ondel-ondel juga nyaris hilang dalam perhelatan JAA 2008. Padahal inilah kesenian rakyat Betawi yang paling populer dari waktu ke waktu. Ondel-ondel berbentuk dua patung besar berongga menyerupai sosok lelaki dan perempuan. Patung diusung orang pada bagian dalamnya dan digerak-gerakkan seperti manusia. Ondel-ondel diilhami barong landung dalam budaya Hindu Bali yang menggambarkan pengantin Raja Bali dan Putri China.

http://www.anakbetawi.com  








Kebudayaan hindu dan budha

Sekitar abad ke-5 ajaran hindu budha masuk ke Indonesia (khususnya di pulau jawa). Baik hinduisme maupun budhisme melahirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan/arsitektur, seni pahat, seni ukir maupun seni sastra. Seperti relief-relief  yang di abadikan dalam candi-candi (Borobudur, mendut, prambanan, kalasan, dan lain-lain.candi Borobudur adalah candi budha terbesar dan termegah di asia tenggara. Bahkan tercatat sebagai salah satu bangunan kuno yang termasuk ke dalam 10 keajaiban dunia.



Kebudayaan islam

Pada abad ke-15 dan ke-16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia oleh wali songo. Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang dapat penganut sebagian terbesar penduduk Indonesia. Kebudayaan islam member saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.



Kebudayaan barat

Awal kebudayaan barat masuk ke Indonesia ketika kaum penjajah(bangsa belanda) masuk ke Indonesia. Di kota-kota propinsi muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur barat.
Kebudayaan bangsa Indonesia adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang terdapat puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Kebudayaan di arahkan menuju kearah kemajuan adab budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru kebudayaan asing yang dapat memperkaya budaya Indonesia.

Ref. Harwantiyoko, Neltje f. katuuk, MKDU Ilmu Sosial Dasar. Diktat kuliah UG.







Nama      : Bahrul Ulum
NPM       : 11110315
Kelas       : 1ka31   

1 komentar:

  1. bermanfaat....salam semoga kebudayaan kita terus hidup

    BalasHapus